Pages

Sabtu, 31 Mei 2014

AKU BANGGA JADI ANAK MADRASAH!!




Ceritanya malam ini saya ingin drama. Ini tentang kisah penolakan terhadap saya. Dramanya mulai. Ngetik postingan ini sambil nangis. Becanda. Saya udah cape nangis, air matanya udah abis. Tragedi 27 Mei, adalah tragedi saya ditolak. Rasa sakit itu sebenarnya hadir karena kita menaruh harapan pada sesuatu yang tidak tercapai. Ya, seujurnya saya menaruh harapan, meski selalu ada rencana kedua. Rasanya............... ditolak dengan tulisan tinta merah itu, ah, iya, sedikit menyedihkan. Fine, lupakan.

Setelah itu, abi saya dengan tabahnya, beliau berkata "yaudah yuk, 2 universitas kemarin lansung di konfirmasi. Dan cepat daftar jalur yang lain." 

Setelahnya di rumah engga ada pembahasan masalah penolakan. Kata abi, engga ada yang patut disesali, usaha dan doa udah dilakukan. Saya rasa Allah ingin memberikan jalan yang lain pada saya. Karena untuk mencapai suatu kesuksesan ada banyak jalan. Iya, saya percaya Allah menuntun saya dengan jalan yang berbeda.

Ah, iya, setelah kontak dengan salah satu teman saya yang sudah siap pakai almamter ku*ing. Dia mengirim pesan, "Eh, bisanya? Kaget gue. Elu sih madrasah, didiskriminasi kan"

Ya, bisa jadi itu salah satu faktor. Tapi andaikan saya harus gagal karena identitas ini, saya enggak pernah menyesal. Karena ilmu yang saya dapatkan, jauh lebih penting. Kalaupun saya hidup pada kehidupan selanjutnya, maka, saya akan tetap memilih madrasah.

Makanya nih saya capslock "AKU BANGGA JADI ANAK MADRASAH!!"

Dalam hal ini umi berperan penting, yah, ini karena umi selalu mengajarkan untuk menjadi cermin. Penerimaan merupakan hal yang penting, intropeksi juga hal yang penting. Dan sebagai seorang ayah yang baik, abi selalu mendorong saya untuk menjadi lilin, yang bisa terang dan berkompetisi lagi.

Faktanya, hidup itu selalu lilin, cermin, dan kembali lagi. Ya, itulah siklus! 

Senin, 26 Mei 2014

Beda Spesies




Sebenarnya saya ingin membicarakan masalah cinta beda spesies. Sungguh ini advice tebijak dalam hidup saya, jika kamu terjebak dalam cinta yang beda spesies, maka silahkan dipikir kembali! Sebenarnya ini subjektif sih, tapi entah mengapa saya merasa sangat terluka dengan cinta beda spesies. Oke, penggunaan diksi bahasa saya mulai derama. Ciri-ciri pasangan yang beda spesies adalah kamus diksi bahasa kalian berbeda dan dia tidak memahami bahasa yang kamu gunakan.

Contoh Kasus :
Kamse mengirim pesan pada Upay pukul 12.00
Kamse  : “Aku bimbel dulu ya.”
Upay     : “Oke, sem…sem..mangat atuh Se belajarnya.” *baubaunya ini baru jadian.
Kamse mengirim pesan pada Upay pukul 15.30
Kamse  : “Duh, cape baru selesai nguli.” *Maksud nguli adalah nguli (mempelajari) ilmu.
Upay     : “Nguli apaan?” *Seriusan ini si Upay enggak belajar makna tersirat dalam pelajaran Bahasa Indonesia.

Jelas, ini namanya beda spesies. Jelas! Jika Kamse dan Upay dari spesies yang sama, maka hal ini tidak akan terjadi. Sungguh.

Kemudian, beda spesies akan berpengaruh pada bagaimana kalian berkomunikasi. Percaya enggak bakal nyambung. Jika masalah penggunaan diksi bahasa yang berbeda, Kamse dan Upay masih mungkin bisa untuk memperbaiki hubungan dan saling memahami kegilaan salah satu pasangan dan memahami karakter seriusnya pasangan yang lain. Tapi jika komunikasi yang enggak nyambung, ini FATAL!

Nah komunikasi tidak nyambung, akan berakibat pada bentuk ketidakpekaan Kamse atau Upay.

Contoh Kasus :
Kamse  : “Pay... lagi apa?”
Upay     : “Ini mau jalan sama temen.”
Kamse  : “Yahhhh…” *nadanya kecewa berat. Jelas dalam hal ini Kamse sangat mebutuhkan Upay..
Upay     : “Yaudah, aku jalan dulu ya.” *ini bener-bener enggak peka.

Sebenarnya jika saya brfikir menggunakan akal sehat saya, cinta beda spesies sih bahagia-bahagia aja.

Contoh extremenya adalah ponakan saya sebut saja Ipat. Jangan mikir macem-macem, dia masih SD, dan belum mengenal komplesnya problematika cinta seperti kita. Beberapa hari yang lalu, ketika saya pulang, Ipat punya pet baru (read:hamster) yang dia berinama “Deyo” seriusan ini dia tulis di keranjang petnya “Welcome to Rumah Deyo” dia nulis pake hmm, lipstick umi’. Setelah diusut kenapa si Ipat beri nama petnya dengan nama yang sama sekali tidak cute. Ternyata dia punya masalah sama temen sekelasnya, ya, kebetulan namaya “Deyo” dan dengan wajah innocentnya dia memutuskan untuk memberi nama hamster tersebut dengan nama “Deyo”.

Setiap pagi, Ipat membeir makan Deyo dengan penuh cinta, tidak pernah telat mengganti tempat minum, membersihkan kandang. Dan tidak pernah ngomel bila Deyo pup sembarangan. benar-benar cinta tanpa syarat. Dan Ipat sangat bahagia dengan Deyo, sampai dia lupa, bahwa bibiknya sedang pulang.
Sangat berbeda, dengan perlakuan Ipat kepada saya, dia selalu mengomel bila saya tidak menaruh komiknya di tempat semula, dan dia selalu ricuh bila saya menggunakan internet hingga dia gagal mendownload anime. Dan dia selalu mengusir saya untuk balik ke asrama.

Lama kelamaan, umi’ mulai tidak betah dengan adanya Deyo, saya mendengar gossip dari abi, bahwa Deyo membuat Ipat bermalas-malasan bimbel karena dia lebih memilih untuk bermain denga Deyo. Dan FIX ini membuat Deyo dikeluarkan dari rumah. Si Ipat nangis pasti, dia menghujat umi habis-habisan. *Canda mana berani dia. Dia mengurung diri di kamar. Dan ternyata umi saya sangat cerdik, beliau membelikan sepatu baru untuk Ipat, dan akhirnya Ipat kembali ceria dan jutek.

Nah, dari sini, faktanya cinta beda spesies, enggak akan bertahan lama. Ipat tidak galau akut setelah berpisah dengan Deyo. Hal ini berbeda kasus tentang hubungan diantara saya dan Ipat. Kami memiliki kosa kata yang sama, dan saling bertukar diksi kata. Kami memiliki kesamaan “jutek, mengesalkan, dan imajinatif.”

Contoh cinta tanpa sayarat kami adalah.
Ketika saya mengirimkan foto saya sehabis dari Jogja.
Saya      : “Liat nih foto bibik, keren kan?”
Ipat        : “Alah gendut bilang keren.”
Saya      : “IYA IH, KESYEEEL! AKU GENDUTAN, LEBIH GENDUT DIBANDING IPAAAT. SEBEL IHHHHH!”
Ipat        : “Lay!” *dia bermaksut nulis Alay
Saya      : “Eh, ngetik dulu yang bener, baru boleh ngece.”
Ipat        : “Biarin.”
Saya      : “Ipat ngambek ih. Maafkan.”
Oh, Ipat tidak membalas line dari bibik kesayangnya.
Saya      : “Pat, kangen ih.”
Saya      : “Kalo kamu.”
Ipat        : “Engga.”

Fine percakapan terputus. Saya enggak mau lajutin percakapan ini. Tapi, dibalik kejutekannya, dia paham kamus diksi saya dan kami memiliki bahasa yang sama (?) entahlah, dengan Ipat saya tidak harus mengetik panjang lebar. Karena jujur, saya benci mengetik percakapan dengan dua orang yang sangat panjang. Apalagi semenjak hp saya berubah menjadi touchscreen. Sungguh.

Dan ternyata cinta satu spesies kami sungguh mengharukan, ketika saya sakit, Ipat dengan sosweetnya berkata, “Bibik cepat sembuh.” Kemudian dia mengalami galau akut memikirkan saya.

Well, saya enggak melarang cinta beda spesies, jika kamu ingin belajar memahami kegilaan atau keflatan pasangan kamu, maka cinta beda spesies bisa jadi hal yang menyenangkan. Kalian bisa saling memahami. Jika tidak, maka cintailah yang satu spesies. Saya yakin dia akan mengenal kamu lebih baik.

Dan yang terpenting sebenarnya dalam satu hubungan (global) adalah kesediaan satu sama lain untuk menyediakan kuping, memberi saran, dan yang terpenting have the power to make dream come true.
Jadi bukan sekedar yang hanya mengucapkan,

“Morning, sleep well, sweet dream.” Blablabla. Jika hanya seperti itu, saya rasa jam weker bisa dikembangin menjadi mesin pengucap kata-kata tadi.


Dengan siapa itu entah sama atau beda spesies kalian pernah berusaha saling memahami dan medukung cita-cita kalian, jangan pernah menyesali, karena mungkin banyak pembelajaran yang telah ia berikan untukmu. 

Sabtu, 03 Mei 2014

Tragedi Hardiknas



Mistis enggak sih saya majang selamat hari pendidikan nasional?

Yaudah, intinya sangat mistis. kejadian sebenarnya bukan pada pendidikan nasionalnya. tapi pada hmm, ketika pagi hari pada tanggal 2 mei, sebut saja Ipat ponakanan saya mengirim line. 

Ipat : "Bibik?"

Saya : "Apaan?" *sebel kalo dipanggil bibik*

Ipat : "Bibik tau sekarang hari apa?"

Saya : "Taulah, pendidikan nasional kan?"

Dengan gaya sok-sok-an. Sebenernya lupa kalo hari pendidikan, tapi pas ambil sarapan, tiba-tiba mendengar percakapan.

Si A: "Loh, ntar ada upacara ya?"

Si B: "Iya."

Si A: "Dalam rangka apa? kan belum tanggal 17?" *maklum sekolah saya, upacaranya tiap tanggal 17 doang.*

Si B: "Astaga, Hari Pendidikan Nasional woy!"

Lanjut pada line Ipat.

Ipat : "Bibik salah!!!!!!" *seinget saya, tanda serunya lebih banyak daripada ini.*

Saya : "Apaan sih, Pat? Ipat pengen apa sih?"

Ipat lama sekali tidak menjawab line, dan hingga satu jam dia menjadi sosok misterius. saya memutuskan untuk mengirim stiker paling imut di line.

Dan....................................................................

Ipat : "Ini hari ulang tahunku!!!!" *tanda serunya makin berkurang, tapi emot nangisnya banyak bingit*

toeng, toeng, toeng. saya sangat merasa bersalah, harusnya saya ingat ulang tahun ponakan saya sendiri.

uwaaaaa, Ipat maaf yaaah......

Akhirnya, sebaai bibik yang baik saya mengirimkan kue ulang tahun, lewat line. HEHE, ampun Pat, ntar pas pulang gue bawain dah yang gede.

Nah, mau mosting foto Ipat keknya pada kesingsal di file. Pat, lagi-lagi maaf yaaaah.

Rabu, 30 April 2014

Proposal Hidup



Akhirnya setelah sekian lama lama lama untuk tidak nyampah di blog, saya memutuskan untuk menulis lagi. Sebenarnya, liburan kemarin, saya menghasilkan duapostingan untuk blog. Berhubung tiba-tiba abi mengajak liburan ke kampung halaman (baca:Tasik Malaya) saya masih belum memostingnya. Dan ketika saya telah mendaftarkan paketan di tab saya yang bernama Bono, tiba-tiba Bono menghilang dari bag saya ketika perjalanan balik ke rumah. Ya, ini membuat saya dan abi sangat shock, bahkan takut untuk membicarakannya pada umi’ tercinta. Dan FIX! Hingga hari ini diantara kami berdua tidak ada yang berani membongkar rahasia ini. Dan demi menutup kesalahan kami, kami harus mengumpulkan uang untuk menggantinya, yang pasti sebelum umi’ mengetahuinya. 

Pesan saya untuk Bono

“No, baik-baikya, semoga yang membawakamu, memberikamu nutrisi. Cepet pinter, terus cari jalan pulang kerumah ya. Saya dan abi nungguin di rumah.”
Begitulah cerita liburan kemarin yang amat-amat mengenaskan. 

Ceritanya kali ini saya ingin menyampaikan proposal hidupsaya. Kenapa tiba-tiba ingin menyampaikan? Karena banyak yang bertanya tentang proposal hidup saya, utamanya orang tua.

Ya Allah, ini tulisan proposal hidup saya. Yang sering saya sampaikan kepada Engkau, yang telah tertuliskan di telapak tangan saya.

Abi umi’, ini proposal hidup saya, terima kasih telah membimbing saya untuk merumuskannya. Entah bagaimana saya menjalaninya, yang saya tahu, ini pilihan saya.

Untuk semua yang telah hadir dalam hidup saya, terima kasih untuk membantu saya menemukan jati diri. Saya tidak tahu, apakah ini jati diri saya sebenarnya, namun, semakin saya memikirkannya semakin saya mantap untuk membangun kehidupan saya yang seperti ini.

Lulus MAN mau ngapain?
KULIAH! FIX! Itu pilihan saya. Saya kuliah karena saya butuh ilmu itu. Saya butuh ilmu itu untuk mewujudkan impian saya. Impian saya hanya ingin membantu bangsa dan agama. Karena itu kewajiban saya. Dan saya tahu harfiah saya lahir di dunia adalah menjadi orang yang bermanfaat untuk bangsa dan agama. Iya, itu alasan kenapa saya dilahirkan di dunia.
Dengan cara itulah saya yakin bisa merasakan kebahagian dunia dan akhirat.

Setelah kuliah?

Yang pasti saya ingin menikah. Ya, saya ingin menikah di usia muda, 23 tahun! Dan menjadi ibu rumah tangga yang baik, yang bisa menjadikan rumah sebagai surga untuk keluarga. Ibu rumah tangga yang baik adalah wanita yang berada di belakang suami yang sukses dan karenanya suami dapat mencapai kesuksesan, dan menjadi seorang ibu yang mampu mencetak generasi yang mampu berjuang demi bangsa dan agamanya. Iya, itu impian terbesar saya sebagai perempuan.

Ketika saya mulai lelah untuk mempelajari ilmu-Nya, saya selalu ingat seseorang pernah memberi saya quote:
“Setiap kali aku merasa malas belajar, aku selalu ingat bahwa anak-anakku kelak berhak dilahirkan dari rahim seorang perempuan yang cerdas.”

Ya, memang ketika kita mulai jenuh akan sesuatu, kita harus kembali mengingat untuk apa dan untuk siapa kita melakukannya.

Meski cita-cita saya menjadi ibu rumah tangga, saya enggak mau jadi ibu rumah tangga biasa. Saya ingin jadi ibu rumah tangga yang produktif. Selain ingin mejadikan anak saya sebagai generasi cerdas dan berakhlakul karimah, saya ingin menjadi scientist yang mampu melakukan penelitian. Penelitian yang nantinya bermanfaat untuk ummat. Dan ini bukan sekedar itu, ini demi kepentingan gengsi umat beragama. Saya ingin membuktikan bahwa Islam bisa kembali pada zaman kejayaannya dulu.

Sayatahu, bukan hal yang mudah untuk mengembalikan keadaan seperti zaman kehalifahan Umayyah yang mencapai kesuksesan lebih luas dari pada kekaisaran Romawi dibawah Julius Caesar. Namun, sekali lagi, sesuatu yang sulit bukan bearti tidak bisakan? Saya harus berjuang untuk menjadi salah satu agen muslim yang mengembalikan kejayaan Islam, meski perjuangan saya tidak seperti Muhammad Al-Fatih dalam membombardir Constantinopel. Saya ingin kecintaan saya pada agama ini, sama seperti kecintaan Al-Fatih.
Ya, itulah keinginan saya, menjadi ibu rumah tangga yang produktif. Produktif inibeartijuga kaya. Umat Islam harus kaya. Kaya itu wajib! Nabi Muhammad kaya, dengan keakayaannya itulah beliau bisa membantu orang, mampu zakat. Dengan kekayaani mannya, beliau menajadi kekasih Allah, dengan kekayaan hatinya, beliau dihormati dan disayangi ummatnya. Iya, kaya!

Mulai sekarang, saya ingin meluruskan niat. Bahwa segala sesuatu yang saya lakukan, hanya ditujukan untuk Allah, memajukan bangsa dan agama. Seharusnya, untuk membuat agama ini kembali berjaya, kita harus mampu menelaah kegagalan pemimpin pada masa lalu. 

Mengutip dari kata kata George Santaya: “Those who don’t learn from history are doomed to repeat it.”

Banyak diantara umat Islam yang tidak lagi mengenali sejarah kebesaran Islam pada masa lalu. Apalagi untuk menelaah penyebab keruntuhannya? Saya ingin Islam dan Eropa kembali menjadi pasangan yang serasi. Saya rasa itu indah.

Past just passed. Ya, itu yang saya rasa dipegang.

Berdasarkan pengalaman sejarah dan peradaban umat manusia, yang lebih penting bagi umat Islam sekarang ini tidak lagi sibuk untuk membicarakan keunggulan-keunggulan yang telah dicapai umat Islam pada masa lampau, atau memperdebatkan siapa pertama kali menemukan angka nol dan seterusnya, sebagai sumabangan umat Islam dalam penulisan angka pada zaman modern dan dasar seluruh pembangunan dan peradaban dunia, tetapi bagaimana umat Islam kembali unggul dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, kembali terdepan dan menjadi pemimpin dalam ilmu pengetahuan dan peradaban dunia, karena prestasi nyata ditunjukkannya.

Ya, saya rasa menjadi ibu rumah tangga sekaligus scientist yang produktif adalah pilihan yang tebaik bagi diri saya untuk membela Negara dan agama, utamanya ya, kebahagian dunia dan akhirat.




Cerita Kadal Mau Ngadalin Manusia



Seriusan ga ada niatan sama sekali untuk mbolos hari ini. Tapi dipikir-pikir tinggal beberapa hari lagi jadi murid SMA aktif, jadi kami, uhuk, saya dan Tri memutuskan untuk mbolos yang terakhir kalinya. HAHA. 

Yang terakhir? Iya, mungkin? 

Dan FIX!! Saya dan Putri memutuskan untuk tidak ikut intensif UN! Dan Bilqis dengan tegar mengucapkan
“Hehe, aku mau sekolah ya, rek!”

Ungkapan ini membuat saya sedikit ah sedikit merasa hina, dan mencoba untuk menghujat diri saya sendiri. Meskipun kata-kata Bilqis sebenarnya biasa aja, enggak tau kenapa hati dan otak saya merespon ini sangat KRUSIAL!!!

Ide bolos awalnya berasal dari otak saya, dan kemalasan saya untuk mandi pagi hari ini. Dan akhirnya dengan penuh cinta tanpa syarat saya merayu Putri untuk membolos. HAHA. Sebenarnya perjuangan untuk mengajak Putri mbolos, biasanya juga enggak pernah sesusah hari ini untuk mengajak Tri mbolos. Tapi enggak tau kenapa beberapa hari ini dia memiliki motivasi tinggi untuk bersekolah. HAHA, sebenarnya ini disebabkan dia punya motivator yang kuat di dalam kelas heterogen. UPS. Dan setelah mengetahui bahwa sang motivator juga bolos hari ini, akhirnya dengan wajah penuh kepastian dan kemantapan, 
Tri mengatakan “FIX! MBOLOS!”

Enggak tau ini yang keberapa kalinya Tri dan Amel mengahbiskan waktu di dalam kamar bersama. Dan kami membuat kelas sediri di dalam kamar, maklum, mau UAN, harus rajin belajar. Sekarang kalo mau mbolos alasannya:

“Kemarin kemana kok enggak masuk?”

“Hehe, mbolos.”

“Ngapain aja di kamar?”

Belajar lah, biar pinter.”

Alasan di atas adalah alasan terbaik yang pernah dirangkai untuk mbolos sekolah. Oke, berhubung kami mbolos, maka, di kamar kerjaan kami hanya membabi, iya, cukup membabi. Dan lagi-lagi yang menjadi korban adalah BILQIS NABILA.

Gimana enggak jadi korban? Lumbung makanannya abis, dan ini ulah kami. Dengan sabar dia membolos jam pelajaran terakhir untuk lunch bareng kami di kamar. Betapa sosweetnya ketika kami bertiga lunch di dorm yang sepi, damai, dengan tiga kotak nasi goreng cinta tak bersyarat. 

Ketika teman-teman lain mulai bubar sekolah, maka Tri dan saya baru memulai kelas di Matos. Haha, enggak lah enggak sehina itu, maksudnya di Gramedia Matos, kami mulai membaca buku, biasa si Tri lansung menuju rak-rak motivator, karena dia sangat membutuhkan motivasi. Dan saya? Iya, lansung ke pojokan gramedia, TEPAT sekali! Saya hanya menghabiskan waktu untuk melihat komik. Dan berhubung sudah berjanji untuk serius belajar, maka saya perlahan-lahan meninggalkan rak komik dan pergi menuju rak UJIAN NASIONAL. Betapa mulianya. 

Kebaikan lain yang kami lakukan adalah menraktrir Bilqis di Orchard dan Nasi Goreng Cinta. Karena Bilqis hari ini kece banget!!! 

Dan terakhir dari perjalanan kami adalah KFC, cuma mau lihat kabar ayam-ayam di perternakan KFC. Dan piciknya Bilqis dan Putri adalah mereka meninggalkan saya di KFC bersama ayam-ayam. Niatnya sih, mereka mau bikin saya bingung, berhubung saya cewek cool dan kece, saya stay tampang keren dan tabah. Dengan muka penuh kecerdasan yang dianugrahkan Tuhan, saya menuju pusat informasi untuk memanggil mereka. 

“Mbak, temen saya hilang, dan mereka baru pertama kali ke Matos. Bisa tolong dipanggil?”

“Oh, iya. Namanya siapa Mbak?”

“Putri dan Bilqis dari MAN3.”

“Atas nama siapa Mbak?”

“Pevita?” Hehe mbak-mbak informasinya lansung liatin muka saya dengan penuh keprihatinan, dan saya mulai mengasihani diri saya sendiri.

Tak berselang beberapa lama, mereka muncul dengan muka penuh kebetean tingkat dewa. Suara surga dari pusat informasi mengantarkan mereka pada saya. HAHA, niat mereka ngadalin saya gagal. Dan Bilqis memutuskan untuk tidak ke Matos hingga dua minggu ke depan. Sekali lagi keputusan saya TEPAT!!!!

Jumat, 07 Maret 2014

Edisi Ulang Tahun

HAHA, dengan pertimbangan yang sangat panjang, akhirnya saya memutuskan untuk memosting tulisan ini di blog. UWOOOO. Ini membuktikan bahwa saya anti-mainstream. Oh, ya, ini ceritanya ada yang ulang tahun, cie, yang tambah tua.

Nih…………………………………. Amel bareng Putri mau ngucapin. 



Terus, berhubung gue ada bakat untuk aransemen lagu, nih, gue buatin lagu.

Petunjuk penggunaan:
  1.  Bagi yang merasa bukan Amalia N, sangat disarankan untuk mengikuti kursus menyanyi terlebih dahulu, terutama mahluk bernama Alifan DI.
  2.  Lalu cari lagu dulu *biar ada usaha dikit*. http://www.youtube.com/watch?v=9-oUvBrHsiQ
  3. Nyanyikanlah dengan merdu karena lirik di bawah ini sangat krusial dan penuh cinta tanpa syarat.
  4. Setelah menyelesaikan lagu ini, tolong ucapkan “Amin”.

Hey, you, I know I’m beautiful

Time flies when we’re having fun

You wake up and you are getting old

You’re nooow eighteen

I guess you wanna knoooow

I have no credits in my phooooone

That’s why  I wrote this sooooong

I know I’m not late

So happy birthday

Yeah yeah owuooooooh

I know you love me

Yeah yeah owuooooooh

Well, I love you more

Yeah yeah I knoooow

I know I’m not late

So happy birthday

In few months, we’re being far away

It’s lame, but you gotta catch your dreams

I know you’re gonna be called “......”

I’ll beeee so proud

So now you knoooooow

Don’t give up on youuuuuuu

I wish you the greateeeeest

I know it’s not late

So happy birthday

Yeah yeah owuooooooh

I know you love me

Yeah yeah owuooooooh

Well, I love you more

Yeah yeah I knooow

I know I’m not late

So happy birthday

It’s stuck now, I don’t care

No, I make it up to you

If I could I’d be there

Yeah yeah owuooooooh

PS: Maaf Bek kalo rada maksa.Emang maksa sih.
Semua kosa kata yang dipakai hanya untuk menyesuaikan dengan nada. enggak usah dikaji dan dimaknai lebih dalam. sekian.

Terus kalo ulang tahun identik sama apa? Tart?
Nih, GUE KASIH TART TAPI DI MALANG.


HAHAHA, yang ulang tahun jangan PD dulu, ini kemarin ulang tahunnya Umy Zahro, mumpung ada fotonya mending diupload dari pada nganggur kan fotonya.

Bytheway ini rainbowcake, katanya udah enggak abu-abu lagi.
Dih, kurang sosweet apaan coba?

Do’anya mana? Mana?

Enggak perlu lah di sebutin di sini, soalnya udah di list di telapak tangan saya. Jadi……….enggak perlu disampein di sini. Yang dido’ain juga jangan lupa do’ain yang ngedo’ain ya. GUE NITIP DO’A JUGA!! *maksa.

Terus hadiah? Hadiah?

Hadiah masih dalam proses pengiriman, niatnya pengen lebih sweet dengan ngirim tepat waktu, tapi kemarin nelat. Sampe-sampe berantem sama mbak-mbak TIKInya. HAHA. Oh, iya, apapun hadiahnya harus dimanfaatin sebaik-baiknya, jangan sampe mubazir, gue belinya pake perjuangan yang sangat krusial. Bolak-balik ke distro, dengan nampang muka bego, maksain ipul nemenin gue cari hadiah yang kece, maksain bilqis, minta teori adam dan teori yayak. Terus minta bantuan temenmu juga. HAHA.
Semoga hadiahnya menjadi sosok misterius hingga beberapa hari ke depan.

Udahan lah, pokonya HAPPY BIRTHDAY!! SUKSES UAS, UAN, KULIAHNYA!!!!! Semua lah pokonya!!